SBF

KDM Dukung Pagelaran Seni Sunda di Batusari Subang

Dalam pagelaran seni dan budaya dalam rangka “Milangkala ke-61 Desa Batusari” yang diadakan Seniman Sunda Bangkit (SSB) di Desa Batusari, Kecamatan Dawuan, Subang, Minggu, 26 April lalu, KDM juga memberikan dukungannya. di Subang, 26/04/2026. Plt Camat Dawuan, Hasan Sahroni, mengatakan KDM sangat peduli terhadap semua kegiatan yang berhubungan dengan pelestarian budaya dan seni Sunda. Menurutnya, dukungan KDM terhadap pagelaran seni dan budaya Sunda ini bukan hanya dilakukan di wilayah Kecamatan Dawuan saja, tapi juga terhadap masyarakat se-Jawa Barat. @Eko/Jurnalkata.Net/JK/05/2026.

JURNALKATA.NET/ SUBANG-Komitmen Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi (KDM) dalam melestarikan seni dan budaya Sunda selalu ditunjukkan secara nyata dan konsisten, bahkan di tengah arus modernisasi. KDM berupaya menyelaraskan kemajuan zaman dengan kearifan lokal agar budaya Sunda tetap lestari.

Terbukti, dalam pagelaran seni dan budaya dalam rangka “Milangkala ke-61 Desa Batusari” yang diadakan Seniman Sunda Bangkit (SSB) di Desa Batusari, Kecamatan Dawuan, Subang, Minggu, 26 April lalu, KDM juga memberikan dukungannya. Meski tidak hadir dalam acara yang membawa tema “Nada Alam Dawuan” ini, dia tetap memberikan apresiasi dengan mengirimkan sebuah karangan bunga sebagai bentuk dukungannya terhadap acara tersebut.

Plt Camat Dawuan, Hasan Sahroni, mengatakan KDM sangat peduli terhadap semua kegiatan yang berhubungan dengan pelestarian budaya dan seni Sunda. Menurutnya, dukungan KDM terhadap pagelaran seni dan budaya Sunda ini bukan hanya dilakukan di wilayah Kecamatan Dawuan saja, tapi juga terhadap masyarakat se-Jawa Barat.

“Pak Gubernur (KDM), kalau yang kaitannya dengan seni budaya Sunda seperti yang digelar hari ini memang sangat respon. Beliau juga di beberapa acara utamanya di Lembur Pakuan  (rumah KDM) kan banyak mengundang seniman-seniman Sunda untuk ‘ngaguar’ rasa kesadaran masyarakat untuk kembali lagi mencintai seni budaya Sunda,” ujarnya.

Apalagi, menurutnya, KDM memiliki program juga untuk menjadikan Kecamatan Dawuan menuju desa wisata, yang mana desa wisata itu juga pengembangannya akan mengarah kepada peningkatan seni budaya Sunda. “Jadi, saya sebagai Camat di wilayah Dawuan dimana Pak Gubernur juga tinggal di wilayah ini, kita dukung program beliau yang telah menetapkan kita sebagai salah satu kecamatan yang menggawangi 7 desa wisata di sini,” ungkapnya.

Kepala Desa Batusari, Upen Sopandi menyampaikan dukungan KDM di acara ini bukan hanya berbentuk karangan bunga saja, tapi juga memasang umbul-umbul di sepanjang jalan desa.

“Dia mengatakan dukungan KDM di acara ini sangat berdampak untuk tetap mengingatkan pentingnya melestarikan budaya dan seni Sunda di kalangan masyarakat Jawa Barat, khususnya yang ada di desa Batusari. Menurutnya, KDM sangat berkomitmen dalam membangkitkan kembali budaya dan seni Sunda di Jawa Barat. “Karenanya, saya mewakili masyarakat desa saya berterimakasih atas dukungan bapak Gubernur di acara ini,” tukasnya.

Dia menambahkan selain untuk melestarikan seni dan Budaya Sunda, di acara “Milangkala ke-61 Desa Batusari” ini juga sekalian mengingatkan Masyarakat desa terhadap pentingnya menjaga pelestarian alam dan lingkungan. “Karenanya, saya juga berharap acara ini bisa menjadi momen untuk bersatunya warga saya untuk lebih lagi giat dalam kebersihannya. Soalnya, lingkungan yang bersih bisa menciptakan sehat,” katanya.

Dalam hal pelestarian lingkungan ini, Pembina SSB, My Lea, menyatakan sengaja berkolaborasi dengan Danone Indonesia di acara ini. Menurutnya, Danone salah satu perusahaan yang menunjukkan konsisten yang kuat dalam pelestarian alam dan lingkungan.

Dalam sambutannya di acara ini, Karyanto Wibowo, Senior Public Affairs and Sustainability Director Danone Indonesia, menyampaikan rasa terima kasihnya. “Mewakili AQUA, kami merasa bangga, merasa terharu, dengan sambutan dari bapak ibu semua warga Desa Batusari Kecamatan Dawuan,” katanya.

Dia mengatakan AQUA sudah puluhan tahun beroperasi di Subang. Karenanya, lanjutnya, AQUA akan terus berusaha untuk menjadi bagian dari masyarakat Sunda. “Insya Allah kami akan terus mendukung pelestarian budaya Sunda. Karena, budaya Sunda itu budaya luhur yang harus kita pertahankan dan kembangkan. Jadi, kita semua termasuk generasi muda, anak cucu, insya Allah lebih tahu dan terus menjaga budaya Sunda,” tuturnya.

Acara ini dihadiri ratusan masyarakat desa Batusari yang terdiri dari 7 Rukun Warga (RW). Mereka terlihat sangat antusias mengikuti kegiatan acara yang dimulai dari pukul 19.00 Wib hingga tengah malam.

Acara yang dipandu pelawak seniman Kang Aep Bancet dan komedian Ceu Popon ini diawali dengan perlombaan Ngaliwet yang dimasak warga dari 7 RW yang ada di Desa Batusari. Musik Perkusi AQUA yang menggambarkan kesegaran alam juga ikut menyemarakkan acara ini. Keseruan terus berlanjut dengan tampilnya penyanyi bernama Olivia yang saat itu membawakan lagu ciptaan KDM berjudul “Rindu Purnama”.

Di sela-sela acara, AQUA juga memberikan santunan kepada anak-anak yatim yang ada di Desa Batusari.

Masyarakat terus dihibur dengan penampilan seniman dan penari Jaipong terkenal asal Jawa Barat, Agus Gandamanah alias Mpap Gondo yang membawakan tari jaipongan Sunda Brik-Pong. Meski malam semakin larut, kemeriahan tetap berlanjut dengan penampilan para pelawak SSB seperti Oni SOS, Ki Daus, dan lainnya, yang ‘mengocok’ perut para penonton yang hadir.

Suasana warga di acara ini terlihat semakin meriah saat dihibur dengan suara merdu dari penyanyi dangdut berbakat asal Subang, Novia Rozma. Penampilan Novia berhasil mengundang warga dan para tamu untuk berjoget ria di depan panggung yang sekaligus menjadi sajian penutup di acara ini.

@Eko/Jurnalkata.Net/JK/05/2026.