JURNALKATA.NET/ Jakarta- Banyaknya isu-isu yang beredar di masyarakat seputar kenaikan beras menjadi topik yang hangat di bicarakan.
Pemerintah melalui bulog telah bekerja dengan baik dan maksimal hingga saat ini menanggulangi hal tersebut.
Menurut Andrian lame Muhar, Sekretaris Umum Inkoppas ( 28/8/25) di jakarta, mengatakan,” HET beras untuk medium saat ini yang di naikan dari pemerintah 12.500 untuk non sphp jadi 13.500
Untuk SPHP tetap di HET 12.500 dengan kualitas yang bik, untuk HET beras premium 14.900″.
“Kenapa di tingkatkan HET medium, karena ada kenaikan harga beras di pasar yang di akibatkan mungkin dari sisi hulu yaitu di mana cuaca yang ekstrem sekarang banyak hujan dan distribusi yang agak panjang,” ujar Andrian.
Lebih lanjut Andrian menjelaskan,” Yang paling berdampak sehingga harga merangkak naik yaitu pemerintah melalui bulog telah besar- besaran membeli gabah dari petani yang di siapkan untuk cadangan pangan nasional, sebesar 4.2 juta ton yang belum di salurkan ke masyarakat dan sekarang akan di salurkan.”
“Jadi sisa-sisa gabah yang tersisa di petani yang sekarang masuk kepihak swasta agar menjadi beras yang akan di salurkan dengan merk lain,” tambahnya.
“Itu yang membuat harga beras menjadi meningkat, katanya. Untuk beras SPHP sendiri harga tetap stabil tetap di harga HET 12.500.
“Saya dapat pastikan di pasar rakyat beras tidak langka itu yang pertama,” tegas Andrian.
Di pasar rakyat anggota Inkoppas beras banyak dan ada, serta berbagai macam merk Yang paling penting bagi pedagang di pasar rakyat beras tidak langka.
Dan akan di saluran ke pasar- pasar rakyat,secara cepat dan mudah diakses oleh pedagang dipasar lewat beras SPHP dari bulog maka harga pasti akan turun
Dari bulog 11.000 dan HET yang di tetapkan ke pedagang 12.500 dan tidak boleh lebih dari itu
“Kami dari Inkoppas tidak ingin ikut ke ranah politik, walaupun saat ini ada isu tentang tunjangan beras di DPR,” tuturnya.

“Kenaikan beras saat ini benar- benar siklus yang ada di Indonesia karena cuaca sedang ekstrem, dan ada beberapa bencana sehingga distribusi terlambat, dan faktor lainnya pembelian besar- besaran lewat bulog untuk gabah di petani, ” Tukasnya.
“Kritikan sedikit dari inkoppas yaitu penyaluran SPHP ini tidak segampang seperti yang di ceritakan, syarat-syaratnya banyak , salah satunya pedagang kami di pasar bahwa dia harus dapat persetujuan dari kepala pasar, apabila toko- tokonya tidak masuk ke area pedagang pasar seperti di pinggiran pasar, yang bersangkutan harus minta persetujuan dari dinas pangan daerah atau dari dinas perindagkop,” tuturnya.
Hal ini memerlukan proses yang lama, ketika di ajukan pedagang harus mendaftar dulu, isi formulir dan lainnya. Yang lainnya kapasitas yang di saluran ke para pedagang pasar di batasi hanya bisa 2 ton untuk satu pedagang, Dan yang ketiga jika penggilingan swasta ada sistem pembayaran ke pedagang tempo, ada yang dengan COD, ” Jelasnya.
Sedangkan untuk SPHP bulog tidak, setelah mengajukan, keluar SPS, harus bayar dulu SPS yang di keluarkan bulog, kemudian 1 atau 2 hari baru bisa di ambil atau di antarkan , jadi ada jeda dan harus di bayarkan terlebih dahulu.
Ini yang kadang- kadang pedagang berfikir, jika pedagang yang anggota koppas , maka akan di talangi dulu oleh koppasnya. Untuk masalah kualitas beras SPHP ini cukup baik, karena sesuai dengan spesifikasinya.
Hanya tata cara pengambilannya yang harus mengikuti aturan pemerintah dalam hal ini Bulog sedangkan Bulog sendiri juga di pantau oleh BPKP atau BPK.
“Pedagang pasar juga bisa mengajukan melalui online, tapi tidak semua pedagang pasar bisa melakukan hal Jika beras SPHP ini seperti 3 tahun yang lalu di mana penyalurannya sangat cepat , maka hal ini akan terkoreksi turun harganya.
“Jika 4.2juta ton ini lambat, sedangkan konsumsi masyarakat cepat, maka ini yang akan terjadi kendala harganya.
Dan di tambah lagi isu- isu politik lainnya, sehingga banyak persepsi atau opini yang terjadi dan, Alhamdulilah Inkoppas selalu di libatkan pemerintah, hubungan dengan bulog juga sangat baik,
Jika ada permasalahan beras, inkoppas di undang bapanas dan di undang kemendag untuk saling memberi masukan yang Intinya adalah mempercepat, cadangan beras yang ada di pemerintah 4.2 juta ton, cepat di salurkan ke masyarakat,” Pungkasnya.
@RAN/Jurnalkata.Net/JK/08/2025.
