SBF

Bulog di Minta Amran Bersiap Ekspor Jagung Tahun Ini

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman meminta Perum Bulog bersiap mengekspor jagung setelah neraca pangan menunjukkan surplus., Karawang, 09/01/2026. Amran Meminta saat panen raya jagung serentak bersama Kapolri Listyo Sigit Prabowo dan Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Heriyadi alias Titiek Soeharto . @RAN/Jurnalkata.Net/JK/01/2026.

JURNALKATA.NET/Jakarta. – Petani- petani jagung khususnya dan warga indonesia pada umumnya Indonesia cukup berbangga atas keberhasilan yang di raihnya saat ini

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman meminta Perum Bulog bersiap mengekspor jagung setelah neraca pangan menunjukkan surplus.
Hal itu seiring melonjaknya produksi jagung dalam negeri tahun lalu, sekaligus memastikan penyerapan produksi petani berjalan optimal.

Amran Meminta saat panen raya jagung serentak bersama Kapolri Listyo Sigit Prabowo dan Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Heriyadi alias Titiek Soeharto di Bekasi, Jawa Barat, Kamis (8/1).

“Nah, Pak Kapolri luar biasa dan Bapak Presiden (Prabowo Subianto) apresiasi kemarin. Capaiannya sampai 20 persen. Kami hitung totalnya 700 ribu hektare dikali 5 ton, itu 3,5 juta ton. (Jadi) kita siap-siap ekspor. Bulog, tolong ini bukan pekerjaan kecil,” ujarnya

Lebih lanjut Amran menjelaskan,” peningkatan produksi jagung nasional pada 2025 membuat pemerintah tidak lagi melakukan impor jagung pakan pada 2026″.

Kebijakan tersebut diambil untuk melindungi petani dalam negeri sekaligus menjaga kesinambungan produksi ke depan. Menurutnya, peran Bulog menjadi krusial, terutama dalam menyerap hasil panen petani.

“Bulog harus siap, karena hadir seluruh Indonesia, harus siap dari sekarang. Yang harus diperhatikan nanti adalah serapannya. Serapan bermasalah, dampaknya tahun depannya,” ungkap Amran.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14 persen pada 2025 mencapai 16,11 juta ton, meningkat 6,44 persen dibandingkan 2024. Sementara kebutuhan konsumsi nasional berada di kisaran 15,65 juta ton, sehingga surplus 463,9 ribu ton.

Sepanjang 2025, penugasan Bapanas kepada Bulog untuk menyerap jagung produksi dalam negeri telah mencapai 101 ribu ton, dengan daerah serapan tertinggi antara lain Nusa Tenggara Barat, Lampung, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Barat.

Dari stok Cadangan Jagung Pemerintah (CJP) yang seluruhnya bersumber dari produksi domestik tersebut, 51,2 ribu ton telah disalurkan melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) kepada ribuan peternak ayam petelur di berbagai daerah.

Surplus produksi tersebut mendorong pemerintah mempersiapkan ekspor jagung. Amran menegaskan keputusan untuk meniadakan impor jagung pakan, benih, dan rumah tangga pada 2026 diambil karena pasokan dalam negeri dinilai mencukupi, bahkan sebagian sudah menembus pasar luar negeri.

“Dari kemarin sudah disampaikan, tidak ada impor jagung khusus pakan. Ini karena bahkan kita sudah ekspor, ekspor di Kalimantan ke Malaysia, juga kita ekspor ke Filipina. Dari NTB dari Gorontalo. Jadi ada tiga tempat dan Bapak Presiden lepas langsung,” pungkas Amran.

@RAN/Jurnalkata.Net/Jk/01/2026.