Menpora Dito Harap Adanya Kolaborasi Antara Kemenpora dan Tjufoo dalam Melahirkan Entrepreneur Muda

Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Dito Ariotedjo, berharap ada kerjasama dan kolaborasi yang baik antara Kemenpora dan Tjufoo dalam melahirkan entrepreneur muda dalam rangka meningkatkan Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) Indonesia.(foto:raiky/kemenpora.go.id)

Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Dito Ariotedjo, berharap ada kerjasama dan kolaborasi yang baik antara Kemenpora dan Tjufoo dalam melahirkan entrepreneur muda dalam rangka meningkatkan Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) Indonesia.

Jakarta: Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Dito Ariotedjo, berharap ada kerjasama dan kolaborasi yang baik antara Kemenpora dan Tjufoo dalam melahirkan entrepreneur muda dalam rangka meningkatkan Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) Indonesia.

Tjufoo merupakan startup brand aggregator yang berkomitmen mendorong usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) naik kelas. Startup ini menyasar brand-brand UMKM tradisional untuk dikembangkan.  

“Saya ingin mengatakan, besar harapan kami Tjufoo bisa bersama Kemenpora kedepan untuk membina dan melahirkan UMKM-UMKM dan entrepreneur muda di Indonesia,” kata Menpora Dito saat memberikan sambutan pada Tjufoo’s Iftar Gathering for Founders and Media’s di Oma Elly Ristorante, Regent Residence, Jakarta, Kamis (6/4) sore.

“Jadi semoga mulai minggu depan kita sudah bisa menindaklanjuti secara konkret antara Kemenpora dengan Tjufoo untuk program pengembangan UMKM ini,” sambung Menpora Dito pada acara yang bertemakan “Strategic Partnership to Elevate and Achieve Sustainable Bussiness Growth”.

Menurut Menpora Dito, Presiden Joko Widodo memberikan pesan khusus kepadanya dalam rangka pengembangan kepemudaan nasional.

“Perintah Bapak Presiden waktu saya dilantik adalah agar Kemenpora ini jangan hanya terlihat fokus di olahraganya, tetapi pengembangan pemudanya khusus di dunia kreatif dan entrepreneurship ini harus ditonjolkan dan dikuatkan,” papar Menpora Dito.

Kemenpora lanjutnya, akan fokus menjadi hub-nya pemuda dalam hal pengembangan UMKM dan entrepreneurship.

“Jadi Kemenpora kedepan kita akan fokus menjadi hub nya anak muda. Jadi nanti anak-anak muda yang ingin mengembangkan UMKM tapi bingung akses, itu nanti kita akan menyediakan semuanya itu. Jadi, nanti kita akan menyediakan satu layanan satu pintu untuk eksistensinya,” jelasnya.

Menpora kembali berharap agar langkah upaya kerjasama dan kolaborasi antara Tjufoo dan Kemenpora Ini bisa menjadi langkah untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Pemuda Indonesia di masa depan.

“Sekali lagi saya apresiasi untuk Tjufoo dalam pengembangan brand lokal kita, saya ingin brand lokal kita juga dikuatkan. Dan saya ingin nanti brand lokal ini bisa go internasional. Dan brand lain saya juga harap bisa berkolaborasi dengan cabang olahraga yang lain,” pungkas Menpora Dito.

“Sekali lagi sukses buat Tjufoo semoga semakin banyak portfolionya yang sekarang baru enam semoga tahun depan bisa 100 juta dolar dengan 60 brand. Kita berdoa di Bulan Suci Ramadhan ini,” tutupnya.

Sebelumnya, Co-Founder and Ceo of Tjufoo Tj. Tham menyampaikan, risetnya kepada hampir 1.000 lebih UMKM di Indonesia yang akan naik ke level selanjutnya memiliki beberapa tantangan.

“Ada tiga tantangan yang mereka hadapi yakni kesulitan finansial, kemudian sulit mendapatkan e members yang profesional serta kurangnya atau minim akses data,” ujarnya.

“Kenapa harus memilih Tjufoo karena, kita bisa membantu melewati beberapa tantangan bisnis, kemudian kita tidak hanya teori saja tetapi juga akan membantu hingga tumbuh berkembang,” tambahnya pada acara yang dihadiri Ceo Dapur Coklat Silvano Christian, Co-Founder Muscle First Sally Varsly, Partner of Investments and Acquisitions of Tjufoo Aryo Ariotedjo serta media partner lainnya. (ben)