Sukabumi Konsisten Ekspor Tanaman Pagar ke Cina

Karantina Indonesia melalui Karantina Tanjung Priok lakukan sertifikasi sebanyak 3.720 buah "Tanaman Pagar" ke negeri tirai bambu yang akan dikirim menggunakan kontainer berpendingin 40 feet, di Sukabumi, 06/11/2023. Melalui pemeriksaan kesehatan secara visual, pejabat karantina memastikan agar tanaman pagar (Dracaena fragrans) ini bebas dari OPTK (Organisme pengganggu Tumbuhan Karantina) berupa kumbang agave (Scyphophorus acupunctatus Gyll.) dan siput [Acatina fulica (Ferussac)]. @Eko/Jurnalkata.Net/JK/11/2023.

JURNALKATA.NET/ Sukabumi. – Karantina Indonesia melalui Karantina Tanjung Priok lakukan sertifikasi sebanyak 3.720 buah “Tanaman Pagar” ke negeri tirai bambu yang akan dikirim menggunakan kontainer berpendingin 40 feet.

Melalui pemeriksaan kesehatan secara visual, pejabat karantina memastikan agar tanaman pagar (Dracaena fragrans) ini bebas dari OPTK (Organisme pengganggu Tumbuhan Karantina) berupa kumbang agave (Scyphophorus acupunctatus Gyll.) dan siput [Acatina fulica (Ferussac)].

“Media Pembawa bersih dan tidak ditemukan kumbang agave maupun siput yang menjadi terget negara tujuan”, ujar Dian selaku pemeriksa. 

Pemeriksaan ini dilakukan untuk memenuhi persyaratan fitosanitary negara tujuan. Agar bebas dari OPTK, tanaman pagar ini harus dicuci untuk dibersihkan dari OPTK dan juga tanah. Selain ke cina, Korea Selatan dan Singapura juga menjadi tujuan ekspor.

Dengan nilai ekonomis mencapai lebih dari 70 juta rupiah, tentunya menjadi nilai tambah bagi tanaman pagar ini.

@Eko/Jurnalkata.Net/JK/11/2023.