SBF

Catat Laba Historis Rp23 Triliun, TPIA Siap Ekspansi Masif Melalui Kemitraan Strategis dengan SDMU

Keberhasilan TPIA membalikkan kerugian pada 2023 dan 2024 menjadi laba jumbo tidak lepas dari langkah anorganik perseroan, terutama setelah mengakuisisi kilang Shell Energy & Chemicals Park di Singapura. Jakarta, 03/05/2026. Langkah ini membuat total aset TPIA melonjak drastis mencapai US$12,32 miliar. Namun, kapasitas produksi dan aset yang melompat tajam ini otomatis menuntut kesiapan infrastruktur distribusi darat yang mumpuni. @Eko/Jurnalkata..Net/JK/05/2026.

JURNALKATA.NET/ JAKARTA – Bursa saham Tanah Air kembali diwarnai oleh sentimen positif seiring dengan rilis kinerja keuangan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA). Sepanjang tahun 2025, raksasa petrokimia Grup Barito ini sukses mencatatkan laba bersih sebesar US$1,44 miliar (sekitar Rp23 triliun), sebuah rekor tertinggi sepanjang sejarah perusahaan.

Dengan pondasi finansial yang sangat solid, TPIA diproyeksikan akan melakukan ekspansi bisnis secara masif. Menariknya, arus modal pintar (smart money) di bursa justru merespons agenda ekspansi ini dengan mengakumulasi saham PT Sidomulyo Selaras Tbk (SDMU), yang santer dikabarkan bakal menjadi mitra strategis penopang rantai pasok logistik TPIA, Jakarta, 03/05/2026.

Keberhasilan TPIA membalikkan kerugian pada 2023 dan 2024 menjadi laba jumbo tidak lepas dari langkah anorganik perseroan, terutama setelah mengakuisisi kilang Shell Energy & Chemicals Park di Singapura.

Langkah ini membuat total aset TPIA melonjak drastis mencapai US$12,32 miliar. Namun, kapasitas produksi dan aset yang melompat tajam ini otomatis menuntut kesiapan infrastruktur distribusi darat yang mumpuni.

Perlu diketahui, distribusi bahan kimia dan energi memerlukan perizinan B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) serta armada isotank berspesifikasi tinggi. Membangun infrastruktur dan mengurus lisensi tersebut dari awal memakan waktu bertahun-tahun, sehingga menggandeng pemain yang sudah eksis merupakan strategi ekspansi paling efisien bagi TPIA.

Di sinilah posisi SDMU menjadi sangat strategis di mata investor. Emiten logistik ini diketahui baru saja merampungkan aksi private placement guna mengonversi utang senilai Rp61,35 miliar.

“Pelaku pasar meyakini bahwa aksi bersih-bersih neraca ini bukanlah manuver biasa, melainkan persiapan terstruktur agar postur keuangan SDMU menjadi jauh lebih sehat sebelum menjalankan mandat distribusi dari emiten konglomerasi raksasa. Dengan terbebasnya perseroan dari tekanan beban utang dan bunga, SDMU dinilai sudah siap secara operasional maupun finansial untuk terintegrasi ke dalam ekosistem ekspansi TPIA.

Skenario bisnis yang saling menguntungkan ini sukses menarik minat investasi yang besar. Jika kemitraan eksklusif ini terealisasi, SDMU secara otomatis akan memperoleh captive market (pasar pasti) dengan volume raksasa.

“Kondisi ini diproyeksikan mampu menutup kerugian bersih perseroan sebesar Rp15,8 miliar pada 2025, sekaligus memicu pertumbuhan pendapatan yang eksponensial di tahun-tahun mendatang. Ekspektasi pasar terhadap prospek turnaround bisnis yang solid inilah yang memicu saham SDMU terus diakumulasi secara agresif oleh pelaku pasar sebagai portofolio investasi fundamental masa depan.

@Eko/Jurnalkata.Net/JK/05/2026.